Bagaimana Menumbuhkan Percaya Diri Pada Anak . “Siapa yang berani ke depan mengerjakan soal nomor 1 ?”. Begitulah
pertanyaan yang disampaikan kepada siswa kelas 3 di sebuah sekolah dasar di
salah satu kabupaten di propinsi Sumatera Selatan. Sekolah di mana Sri Astuti sorang
guru di tempatkan disuatu wilayah Propinsi
Sumatera Selatan. Kelas yang awalnya sedikit gaduh berubah hening seketika.
Beberapa kali mengajar, ternyata kejadian ini kembali terulang di kelas- kelas
lain. Ketika pertanyaan yang sama dilontarkan, responnya pun serupa, tak jauh
berbeda. Keadaan berubah menjadi hening, siswa tak berani meskipun hanya untuk
sekedar mengangkat tangan apalagi untuk mengerjakan soal ke depan kelas. Bukan
karena siswa-siswa tersebut tidak mampu mengerjakan soal melainkan kurang adanya
motivasi dan kepercayaan diri untuk tampil ke depan. Beberapa siswa mengerjakan
dengan jawaban yang tepat, tapi karena kurangnya percaya diri untuk tampil di
depan itulah maka siswa hanya sebatas memendam jawabannya tanpa berani unjuk
gigi di depan kelas untuk mengerjakannya. Belajar dari kasus siswa kelas 3 sekolah dasar di
atas kita mendapat gambaran bahwa betapa anak-anak usia sekolah dasar masih
jauh dari rasa percaya diri. Padahal sejatinya percaya diri merupakan aspek
kepribadian yang penting dalam kehidupan, demikian juga bagi anak seusia
Sekolah Dasar.
Berdasarkan
kamus Bimbingan dan Konseling, percaya diri merupakan kondisi mental atau
psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk
berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Orang yang tidak percaya diri memiliki
konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, maka akan sering menutup
diri. Untuk menumbuhkan percaya diri pada anak memang butuh proses, bukan hal
sulit namun juga tak bisa dibilang sebagai hal yang mudah. Proses penumbuhan
percaya diri ini semata-mata tidak hanya menjadi tanggung jawab guru akan
tetapi didikan orang tua juga punya andil besar. Bagaimana tidak, porsi anak di
lingkungan rumah tinggal bersama orang tua lebih banyak daripada porsi anak
menghabiskan waktu di sekolah. Secara langsung, tingkah laku anak cenderung
banyak dipengaruhi oleh didikan tangan halus orang tua daripada gurunya. Dalam
keseharian, percaya diri bisa dimulai dari hal – hal kecil. Di antaranya,
pertama memberi pujian atas karya anak dengan ungkapan yang menyenangkan, misalnya,
“wah, cantik sekali lukisanmu, pekerjaan kalian sangat bagus dan kalimat pujian lainnya” dengan
ungkapan yang demikian, maka akan menumbuhkan rasa gembira, mampu memunculkan
percaya diri karena kemampuan si anak diakui, dan tentunya hal ini akan
menambah semangat anak semakin menggelora karena si anak merasa karyana
dihargai.
Posisi ini bisa
berbalik, jika guru atau orang tua pelit memberikan pujian atau bahkan tega
mencemooh dengan kata-kata yang kurang mengenakkan telinga, “aduh nak…
belepotan sekali ini lukisanmu, tidak jelas apa yang ingin kau lukis, lukisanmu
tidak bagus nak”, sama-sama ungkapan tapi memberi dampak yang jelas berbeda.
Kata-kata yang berisi ungkapan “meremehkan” ini cenderung membuat anak merasa
kecil hati, karyanya merasa tidak dihargai, bisa berdampak mematikan semangat
dan kreativitas anak. Kalau sudah begini, darimana kepercayaaan diri akan
tumbuh? Yang ada justru surut tekad dan langkah karena karyanya hanya dipandang
sebelah mata. Kedua, mengucapkan terimakasih dengan tulus kepada anak atas
bantuan yang sudah diberikan. Mengapa memberikan ucapan terimakasih itu
penting? Sama halnya dengan poin pertama mengenai karya, sekecil apa pun
bantuan yang telah dilakukan anak, dia akan merasa senang karena apa yang dia
kerjakan diakui atau dihargai. Ketiga, semangatilah anak maupun anak didik
untuk ikut serta dalam ajang perlombaan, baik di tingkat kampung, desa,
sekolah, kecamatan, kabupaten, dan sebagainya, yang intinya perlombaan itu
mampu mendorong potensi anak. Terkadang anak-anak punya bakat atau potensi yang
tersembunyi dan hanya dikeluarkan ketika ada target dan semangati. Melalui
perlombaan yang sesuai dengan bakat dan kemampuan, anak berkesempatan
menunjukkan “kemampuan yang sebenarnya” yang dia miliki selama ini. Keempat,
membiasakan anak untuk tampil di depan umum. Masa anak-anak adalah masa emas
untuk menanamkan nilai-nilai. Saatnya membentuk karakter dan kepribadian positif
bagi anak, selamat mencoba. Semoga tips sederhana Bagaimana Menumbuhkan Percaya
Diri Pada Anak ini mampu memberikan manfaat untuk kita sekalian. Amin. Terimakasih



0 Response to "Bagaimana Menumbuhkan Percaya Diri Pada Anak"
Posting Komentar